Strategic Alignment Framework
Selama ini penyusunan kurikulum umumnya dimulai dari penyusunan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS), kemudian diterjemahkan menjadi CPL, mata kuliah, hingga RPS.
Namun pada proses rekayasa Kurikulum 2027, pendekatan tersebut dibalik.
VMTS tidak diposisikan sebagai titik awal penyusunan kurikulum, melainkan sebagai hasil sintesis strategis dari seluruh proses Curriculum Design dan Curriculum Engineering yang telah dilakukan secara sistematis.
Dengan pendekatan ini, VMTS tidak lagi menjadi sekadar pernyataan normatif, tetapi menjadi representasi nyata dari identitas, filosofi, kompetensi lulusan, serta sistem pembelajaran yang benar-benar telah dirancang.
Mengapa VMTS Disusun di Tahap Akhir?
VMTS bukan sekadar slogan kelembagaan, melainkan representasi strategis dari keseluruhan Blueprint Kurikulum 2027. Setelah filosofi pendidikan, Graduate Profile, Learning Journey, Studio-Based Learning, Graduate Competency Framework, CPL, CPMK, Assessment, CQI, hingga Partnership Ecosystem selesai dirancang, barulah identitas Program Studi dapat dirumuskan secara utuh dan konsisten. Dengan demikian, VMTS menjadi refleksi nyata dari kurikulum yang akan diimplementasikan, bukan sekadar deklarasi normatif yang berdiri sendiri.
Evidence-Based VMTS
Dirumuskan berdasarkan hasil rekayasa kurikulum, bukan asumsi.
Strategic Alignment
Seluruh komponen kurikulum memiliki arah yang konsisten.
Curriculum Traceability
Hubungan antara VMTS, CPL, CPMK, pembelajaran, dan asesmen dapat ditelusuri secara jelas.
Continuous Improvement
VMTS menjadi acuan strategis yang terus diperbarui berdasarkan hasil evaluasi kurikulum dan kebutuhan masa depan.
💬 Saran & Tanggapan
Kontribusi pemikiran Bapak/Ibu melalui kolom komentar akan sangat membantu penyempurnaan draft kurikulum