Engine Initialization

Pilot Project Semester 3 4
← Prev → Next F Full
Pilot Project Semester 3 & 4
Pilot Curriculum

Semester 3–4

INTERPRET
Identity & Context

Mahasiswa mulai bergerak dari proses "mendesain berdasarkan intuisi" menjadi "mendesain berdasarkan pemahaman konteks."

Studio menjadi tempat seluruh mata kuliah bertemu untuk membantu mahasiswa membaca, menganalisis, dan menerjemahkan berbagai konteks menjadi keputusan desain.

Yang berubah bukan hanya hasil desain, tetapi cara berpikir seorang calon arsitek.

Semester 3–4
→
INTERPRET
→
Identity & Context
→
Reading Place
→
Understanding People
→
Understanding Environment
→
Design Decision
→
Architectural Response
Driving Question
"Bagaimana identitas suatu tempat, karakter pengguna, kondisi lingkungan, dan berbagai konteks memengaruhi keputusan arsitektur yang tepat?"

Contoh Pilot Studio 3

Menerapkan konsep integrasi pada proyek desain bangunan skala menengah dengan lanskap natural.

Studio Perancangan Arsitektur 3
Merancang ....
Studio tetap menggunakan proyek yang sudah berjalan. Yang berubah bukan proyeknya. Yang berubah adalah bagaimana seluruh mata kuliah mendukung proses studio tersebut.

Sebelum (Kurikulum Lama)

Setiap mata kuliah berjalan sendiri.

  • Studio membuat desain.
  • Perancangan Tapak mengerjakan tugas tapak.
  • Sistem Bangunan mengerjakan utilitas.
  • AMPP membahas teori.
  • Visualisasi membuat rendering.
  • Statika menghitung struktur.
Semua selesai sendiri. Mahasiswa mengerjakan banyak tugas. Hubungan antarmata kuliah tidak terlihat.

Sesudah (Kurikulum 2027)

Semua mata kuliah bekerja pada satu proyek studio yang sama.

  • Studio menjadi pusat integrasi pembelajaran.
  • Setiap mata kuliah memperdalam aspek tertentu dari proyek yang sedang dirancang mahasiswa.
  • Bukan membuat proyek baru.
  • Tetapi memperkaya proyek studio.
One Integrated Learning Experience
Output Utama

Master Design Project

Villa Resort

Seluruh mata kuliah memberikan kontribusi.

↓
Mata Kuliah Pendukung Fokus Baru & Kontribusi Output Spesifik
Azas, Metode, dan Pendekatan Perancangan III Bukan lagi hanya mempelajari teori pendekatan. Tetapi membantu mahasiswa menjawab: Mengapa desain ini dipilih? Apa dasar pengambilan keputusan? Bagaimana konteks memengaruhi konsep?
Design Rationale Concept Book Design Criteria
Perancangan Tapak Bukan membuat latihan tapak terpisah. Tetapi menyempurnakan tapak Studio.
Site Analysis Topography Strategy Circulation Landscape Strategy Drainase Access View Microclimate
Sistem Bangunan III Bukan sekadar mempelajari utilitas. Tetapi merancang sistem bangunan yang sesuai dengan proyek villa resort.
Passive Design Natural Ventilation Facade Strategy Slope Construction Water System Material Strategy Environmental Performance
Dasar Statika Mahasiswa tidak menghitung balok secara abstrak. Tetapi mengevaluasi sistem struktur terbaik untuk bangunan villa berkontur.
Structural Logic Structural Scheme Structural Feasibility
Visualisasi Arsitektur Bukan membuat rendering yang berdiri sendiri. Tetapi mengomunikasikan konsep studio.
Diagram Architectural Storytelling Rendering Animation Presentation Board
Bahasa Inggris Tidak lagi latihan grammar umum. Tetapi mendukung komunikasi profesional.
Project Abstract Design Presentation Pitch Deck International Presentation

Kompetensi yang Dibangun (Semester 3)

Semester ini mahasiswa mulai mampu:

✓ Membaca konteks
✓ Membaca pengguna
✓ Membaca lingkungan
✓ Membaca budaya
✓ Membaca regulasi
✓ Membaca topografi
✓ Membaca iklim
↓
kemudian
↓
mengubah hasil analisis tersebut menjadi keputusan desain.

Pilot Studio 4

Meningkatkan skala kompleksitas pada proyek bangunan publik di lingkungan urban.

Studio Perancangan Arsitektur 4
Merancang ....
(Tema dapat berubah setiap tahun, namun tingkat kompleksitas pembelajaran tetap sama.)
Contoh: Mixed Use Community Hub Creative Center Convention Hall Public Building Transit Hub Commercial Center

Yang menjadi fokus bukan jenis bangunannya. Tetapi bagaimana mahasiswa mengintegrasikan berbagai konteks menjadi keputusan desain.

Driving Question
"Bagaimana merancang bangunan publik yang mampu menjawab kebutuhan berbagai pengguna, kondisi perkotaan, regulasi, serta perkembangan teknologi secara terpadu?"

Kompleksitas yang Dipelajari

Pada Studio 3 mahasiswa belajar membaca konteks tapak. Pada Studio 4 mahasiswa mulai membaca sistem yang lebih besar.

Urban Context
↓
Multiple Users
↓
Building Regulations
↓
Traffic
↓
Accessibility
↓
Public Space
↓
Building Technology
↓
Environmental Performance
↓
Architectural Identity
↓
Integrated Design
Output Utama

Integrated Mixed Use Design

Master Studio Project

Seluruh mata kuliah bekerja memperdalam proyek yang sama.

↓
Mata Kuliah Pendukung Fokus Baru & Kontribusi Output Spesifik
Azas, Metode, dan Pendekatan Perancangan IV Tidak lagi sekadar mempelajari teori. Mahasiswa mulai memilih pendekatan desain yang paling tepat berdasarkan isu proyek (Research Based Design, Behavior Based Design, Sustainable Design, Digital Design, Contextual Design, Evidence Based Design).
Design Framework Design Narrative Architectural Argument
Sistem Bangunan IV Bukan lagi mempelajari utilitas secara umum. Tetapi mengembangkan sistem bangunan sesuai karakter proyek mixed-use.
Long Span Structure Concept Facade System Building Envelope Vertical Transportation Fire Safety Building Services Energy Strategy MEP Integration
Arsitektur dan Perilaku Tidak hanya memahami teori perilaku. Tetapi digunakan untuk mengevaluasi pengalaman pengguna pada bangunan.
User Journey Behavior Mapping Space Syntax Activity Pattern Accessibility Review Universal Design
Arsitektur Bali II Perannya bukan mengajarkan bentuk tradisional. Melainkan membantu mahasiswa memahami bagaimana identitas lokal dapat diterjemahkan dalam arsitektur kontemporer. Mempertanyakan: Bagaimana nilai lokal diterjemahkan menjadi ruang? Bagaimana budaya membentuk UX?
Identity Mapping Local Design Principles Place-Based Design Strategy
Visualisasi Digital Visualisasi tidak hanya menghasilkan gambar. Tetapi membantu komunikasi desain secara mendalam.
BIM Model Diagram Exploded Axonometric Animation Interactive Presentation Digital Portfolio

Perubahan Cara Belajar

Mata Kuliah sebagai "Konsultan" bagi Proyek Studio.

AMPP
→
memberikan konsep.
Sistem Bangunan
→
memberikan solusi teknis.
Perilaku
→
memberikan data pengguna.
Arsitektur Bali
→
memberikan identitas lokal.
Visualisasi
→
mengomunikasikan desain.

STUDIO

mengintegrasikan semuanya menjadi satu karya arsitektur.

Learning Outcome Semester 4

Di akhir Semester 4 mahasiswa tidak hanya mampu menghasilkan desain yang baik. Mahasiswa mulai mampu:

✓ Membaca konteks perkotaan
✓ Memahami kebutuhan berbagai kelompok pengguna
✓ Mengintegrasikan aspek sosial, budaya, lingkungan, teknologi, dan ekonomi
✓ Mempertanggungjawabkan setiap keputusan desain secara akademik
✓ Berkolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu
✓ Mengomunikasikan ide secara profesional

Framework Transversal yang Terlihat (Studio 4)

Pada tahap ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami, tetapi mulai mengaplikasikan framework secara teknis dan strategis.

PIP (Arsitektur Bali)

Mahasiswa mulai menerjemahkan nilai lokal menjadi prinsip desain. Bukan sekadar bentuk.

Sustainability

Evaluasi performa bangunan. Efisiensi energi. Air. Material. Siklus hidup bangunan.

Digital

BIM, AI, Simulation, Parametric Thinking, Digital Collaboration.

Research

Seluruh keputusan memiliki dasar penelitian (Evidence-Based).

Entrepreneurship

Mahasiswa mulai memahami bahwa desain juga harus layak secara ekonomi. Analisis: Market, Target User, Business Model, Operational Efficiency, Value Creation.

Professional

Kolaborasi lintas disiplin. Komunikasi profesional. Presentasi kepada stakeholder. Design Review.

Yang Berubah dari Kurikulum 2022

Bukan mengganti seluruh mata kuliah. Tetapi mengubah cara mata kuliah bekerja.

Masing-masing mata kuliah memiliki tugas sendiri.
↓
Seluruh mata kuliah berkontribusi pada satu pengalaman belajar yang sama.
Akibatnya:
Beban tugas lebih terintegrasi Proses belajar menjadi lebih mendalam Mahasiswa memahami hubungan antarilmu Dosen memiliki arah pembelajaran yang sama Studio benar-benar menjadi jantung kurikulum
Semester 3–4 bukan sekadar mengajarkan mahasiswa cara mendesain. Semester ini mengajarkan mahasiswa mengapa sebuah desain harus lahir dari pemahaman terhadap identitas dan konteksnya.

Dengan demikian, proyek studio dapat berubah setiap tahun mengikuti isu atau kebutuhan nyata—villa resort, mixed-use, fasilitas publik, kawasan wisata, atau proyek lainnya—namun cara berpikir yang dibangun tetap konsisten:

membaca konteks sebelum merancang solusi.

💬 Saran & Tanggapan

Kontribusi pemikiran Bapak/Ibu melalui kolom komentar akan sangat membantu penyempurnaan draft kurikulum

Source Editor

/home/u514147796/domains/nalar.my.id/public_html/kurikulum2027/pages/27_pilot-project-semester-3-4.php