Sebelum (Kurikulum Lama)
Setiap mata kuliah berjalan sendiri.
- Studio membuat desain.
- Perancangan Tapak mengerjakan tugas tapak.
- Sistem Bangunan mengerjakan utilitas.
- AMPP membahas teori.
- Visualisasi membuat rendering.
- Statika menghitung struktur.
Engine Initialization
Mahasiswa mulai bergerak dari proses "mendesain berdasarkan intuisi" menjadi "mendesain berdasarkan pemahaman konteks."
Studio menjadi tempat seluruh mata kuliah bertemu untuk membantu mahasiswa membaca, menganalisis, dan menerjemahkan berbagai konteks menjadi keputusan desain.
Yang berubah bukan hanya hasil desain, tetapi cara berpikir seorang calon arsitek.
Menerapkan konsep integrasi pada proyek desain bangunan skala menengah dengan lanskap natural.
Setiap mata kuliah berjalan sendiri.
Semua mata kuliah bekerja pada satu proyek studio yang sama.
Seluruh mata kuliah memberikan kontribusi.
| Mata Kuliah Pendukung | Fokus Baru & Kontribusi | Output Spesifik |
|---|---|---|
| Azas, Metode, dan Pendekatan Perancangan III | Bukan lagi hanya mempelajari teori pendekatan. Tetapi membantu mahasiswa menjawab: Mengapa desain ini dipilih? Apa dasar pengambilan keputusan? Bagaimana konteks memengaruhi konsep? | |
| Perancangan Tapak | Bukan membuat latihan tapak terpisah. Tetapi menyempurnakan tapak Studio. | |
| Sistem Bangunan III | Bukan sekadar mempelajari utilitas. Tetapi merancang sistem bangunan yang sesuai dengan proyek villa resort. | |
| Dasar Statika | Mahasiswa tidak menghitung balok secara abstrak. Tetapi mengevaluasi sistem struktur terbaik untuk bangunan villa berkontur. | |
| Visualisasi Arsitektur | Bukan membuat rendering yang berdiri sendiri. Tetapi mengomunikasikan konsep studio. | |
| Bahasa Inggris | Tidak lagi latihan grammar umum. Tetapi mendukung komunikasi profesional. |
Semester ini mahasiswa mulai mampu:
Meningkatkan skala kompleksitas pada proyek bangunan publik di lingkungan urban.
Yang menjadi fokus bukan jenis bangunannya. Tetapi bagaimana mahasiswa mengintegrasikan berbagai konteks menjadi keputusan desain.
Pada Studio 3 mahasiswa belajar membaca konteks tapak. Pada Studio 4 mahasiswa mulai membaca sistem yang lebih besar.
Seluruh mata kuliah bekerja memperdalam proyek yang sama.
| Mata Kuliah Pendukung | Fokus Baru & Kontribusi | Output Spesifik |
|---|---|---|
| Azas, Metode, dan Pendekatan Perancangan IV | Tidak lagi sekadar mempelajari teori. Mahasiswa mulai memilih pendekatan desain yang paling tepat berdasarkan isu proyek (Research Based Design, Behavior Based Design, Sustainable Design, Digital Design, Contextual Design, Evidence Based Design). | |
| Sistem Bangunan IV | Bukan lagi mempelajari utilitas secara umum. Tetapi mengembangkan sistem bangunan sesuai karakter proyek mixed-use. | |
| Arsitektur dan Perilaku | Tidak hanya memahami teori perilaku. Tetapi digunakan untuk mengevaluasi pengalaman pengguna pada bangunan. | |
| Arsitektur Bali II | Perannya bukan mengajarkan bentuk tradisional. Melainkan membantu mahasiswa memahami bagaimana identitas lokal dapat diterjemahkan dalam arsitektur kontemporer. Mempertanyakan: Bagaimana nilai lokal diterjemahkan menjadi ruang? Bagaimana budaya membentuk UX? | |
| Visualisasi Digital | Visualisasi tidak hanya menghasilkan gambar. Tetapi membantu komunikasi desain secara mendalam. |
Mata Kuliah sebagai "Konsultan" bagi Proyek Studio.
mengintegrasikan semuanya menjadi satu karya arsitektur.
Di akhir Semester 4 mahasiswa tidak hanya mampu menghasilkan desain yang baik. Mahasiswa mulai mampu:
Pada tahap ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami, tetapi mulai mengaplikasikan framework secara teknis dan strategis.
Mahasiswa mulai menerjemahkan nilai lokal menjadi prinsip desain. Bukan sekadar bentuk.
Evaluasi performa bangunan. Efisiensi energi. Air. Material. Siklus hidup bangunan.
BIM, AI, Simulation, Parametric Thinking, Digital Collaboration.
Seluruh keputusan memiliki dasar penelitian (Evidence-Based).
Mahasiswa mulai memahami bahwa desain juga harus layak secara ekonomi. Analisis: Market, Target User, Business Model, Operational Efficiency, Value Creation.
Kolaborasi lintas disiplin. Komunikasi profesional. Presentasi kepada stakeholder. Design Review.
Bukan mengganti seluruh mata kuliah. Tetapi mengubah cara mata kuliah bekerja.
💬 Saran & Tanggapan
Kontribusi pemikiran Bapak/Ibu melalui kolom komentar akan sangat membantu penyempurnaan draft kurikulum