PIP
Prinsip lokal diterjemahkan menjadi strategi desain kontemporer.
Engine Initialization
Pada fase ini mahasiswa mulai berpikir sebagai seorang arsitek profesional.
Keputusan desain tidak lagi hanya mempertimbangkan estetika, tetapi juga teknologi, keberlanjutan, biaya, manajemen proyek, kebutuhan masyarakat, dan nilai ekonomi.
Studio menjadi laboratorium integrasi seluruh kompetensi yang telah dipelajari pada semester sebelumnya.
Semester ini mahasiswa mulai mengintegrasikan seluruh pengetahuan yang telah dipelajari.
Studio menjadi pusat seluruh proses belajar. Seluruh mata kuliah bekerja untuk memperkaya proyek studio.
| Mata Kuliah Pendukung | Peran terhadap Studio | Output Spesifik |
|---|---|---|
| Sistem Bangunan V | Mengoptimalkan performa bangunan. Mahasiswa mengevaluasi bagaimana desain dapat bekerja secara efisien. | |
| Rencana Anggaran Biaya (RAB) | Menghubungkan kreativitas dengan realitas konstruksi. Mahasiswa memahami bahwa setiap keputusan desain memiliki konsekuensi biaya. | |
| Manajemen Desain dan Proyek | Mensimulasikan bagaimana sebuah proyek dikelola. | |
| Profesi dan Kewirausahaan Arsitek | Membangun pola pikir entrepreneur. Mahasiswa belajar bahwa arsitek bukan hanya perancang, tetapi juga penyedia layanan profesional. | |
| Pengantar Permukiman | Menghubungkan proyek dengan lingkungan sosial. | |
| Arsitektur Dunia | Memberikan wawasan global. Mahasiswa membandingkan proyek studio dengan praktik terbaik dunia. |
Prinsip lokal diterjemahkan menjadi strategi desain kontemporer.
Menjadi indikator evaluasi seluruh keputusan desain.
BIM, simulasi performa, AI-assisted design, dan kolaborasi digital.
Seluruh keputusan berbasis data dan evidence.
Analisis nilai ekonomi proyek dan model bisnis jasa arsitektur.
Simulasi praktik biro arsitektur dan koordinasi lintas disiplin.
Seluruh penelitian dan mata kuliah bermuara pada satu desain kawasan.
| Mata Kuliah Pendukung | Peran terhadap Studio | Output Spesifik |
|---|---|---|
| Dasar-dasar Perancangan Kota | Mengembangkan hubungan proyek terhadap struktur kota. | |
| Arsitektur dan Budaya | Menerjemahkan budaya menjadi kualitas ruang. | |
| Arsitektur Bali III | Mengintegrasikan nilai-nilai Arsitektur Bali sebagai pendekatan desain kontekstual. Fokusnya bukan reproduksi bentuk tradisional, tetapi transformasi prinsip-prinsip lokal menjadi arsitektur masa kini. | |
| Visualisasi Arsitektur II | Mengkomunikasikan desain secara profesional. | |
| Metodologi Penelitian | Seluruh penelitian mendukung Studio. Mahasiswa tidak lagi membuat proposal penelitian yang berdiri sendiri. Tetapi menyusun penelitian untuk memperkuat keputusan desain. | |
| Kuliah Kerja Nyata (KKN) | Menghubungkan proyek studio dengan masyarakat nyata. Mahasiswa memperoleh masukan langsung dari komunitas sebagai bagian dari proses desain partisipatif. |
Seluruh mata kuliah tidak lagi menghasilkan proyek yang berbeda. Seluruh mata kuliah memperkaya satu proyek studio dari sudut pandang keilmuan masing-masing.
Pada akhir fase TRANSFORM, mahasiswa mampu:
💬 Saran & Tanggapan
Kontribusi pemikiran Bapak/Ibu melalui kolom komentar akan sangat membantu penyempurnaan draft kurikulum